Berakar dan Bertumbuh di Dalam Kristus

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kolose 2:7

Pagi itu, angin lembut berhembus di kebun kecil milik Pak Yos. Ia menatap sebatang pohon mangga yang tumbuh kokoh di halaman belakang rumahnya. Pohon itu dulunya hanyalah bibit kecil yang ia tanam bertahun-tahun lalu. Awalnya rapuh, mudah goyah ketika angin datang. Namun seiring waktu, akar pohon itu menembus tanah lebih dalam, mencari air, dan semakin kuat menghadapi hujan, panas, serta badai. Kini, pohon itu berbuah lebat dan menjadi tempat berteduh bagi banyak orang. "Kalau akarnya kuat, batangnya tidak mudah tumbang", gumam Pak Yos sambil tersenyum.

Kehidupan rohani kita pun seperti pohon itu. Kita tidak akan mampu bertahan di tengah badai kehidupan jika tidak berakar kuat di dalam Kristus. Dunia menawarkan banyak hal yang tampak menarik seperti kenyamanan, pengakuan, dan kesuksesan, tetapi semuanya bersifat sementara. Hanya ketika hidup kita tertanam dalam kasih dan firman Tuhan, kita akan menemukan kekuatan yang tidak mudah goyah. Akar yang tertanam dalam Kristus berarti memiliki hubungan pribadi yang dalam dengan-Nya: hidup dalam doa, membaca Firman, dan taat kepada kehendak-Nya. Dari akar yang kuat itu, iman kita bertumbuh, karakter kita dibentuk, dan hidup kita menghasilkan buah yang memberkati orang lain.

Namun bertumbuh tidak selalu mudah. Kadang tanah kehidupan terasa kering, doa tidak segera dijawab, dan iman diuji oleh keadaan. Tetapi justru dalam proses itulah akar kita makin dalam. Tuhan sering kali menggunakan masa sulit untuk meneguhkan iman kita agar tidak hanya bertumbuh di permukaan, tetapi benar-benar berakar kuat dalam kasih dan kebenaran-Nya. Saat kita belajar bersyukur bahkan dalam kesulitan, kita sedang membiarkan Tuhan membangun kehidupan kita di atas dasar yang tidak tergoncangkan.

Apakah hidupmu hari ini sedang menghadapi badai? Atau mungkin kamu merasa imanmu mulai layu dan kehilangan arah? Cobalah berhenti sejenak dan lihat ke dalam: apakah akarmu masih tertanam dalam Kristus? Apakah kamu masih mencari kekuatan dari-Nya setiap hari, atau mulai menggantinya dengan sumber lain yang cepat layu?

Hari ini, mari kita memperdalam akar iman kita. Luangkan waktu untuk berdoa, merenungkan Firman, dan melayani dengan kasih. Biarlah hidup kita tidak hanya bertumbuh ke atas, tetapi juga ke dalam kasih Kristus yang menjadi sumber kekuatan sejati. Saat kita berakar di dalam Dia, kita akan menemukan bahwa badai bukan lagi ancaman, melainkan kesempatan untuk bertumbuh semakin kokoh dalam iman.

Akarlah kamu di dalam kasih dan berdirilah di atasnya.

Efesus 3:17

Tuhan Yesus, ajarku untuk berakar lebih dalam di dalam Engkau. Saat badai datang, biarlah imanku tidak goyah. Bangunlah hidupku di atas kasih dan kebenaran-Mu, agar aku dapat bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan-Mu. Amin.

Tentang penulis

Chat Kristen
Komunitas yang Hidup dan Bertumbuh dalam Kasih Kristus.

Posting Komentar